Wali Aceh memberi penghargaan kepada Presiden PAS

KUALA LUMPUR: Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik memberikan penghargaan kepada Presiden PAS, Dato’ Seri Tuan Guru Abdul Hadi Awang di atas keprihatinan terhadap isu-isu yang melanda masyarakat di Aceh.

Penghargaan itu dinyatakan oleh beliau dalam Majlis Pertemuan Presiden PAS bersama Wali Nanggroe di kediaman Tengku Malik dalam rangka lawatan ke Aceh, baru-baru ini.

Berikut ialah petikan ucapan Tengku Malik dalam majlis itu.

Di waktu Aceh yang cukup gelap. Ramai sekali orang Aceh di waktu itu mendapat tekanan daripada pemerintah Indonesia. Ribuan orang Aceh berpindah ke Malaysia sehelai sepinggang, bekerja di kebun tanpa surat sah. Kalau tidak ada surat ataupun pasport, kita bisa ditangkap, dipenjara atau dikirim kembali ke Indonesia. Dan itu yang terjadi sebenarnya.

Saya pada waktu itu dengan teman-teman yang lain, dari Singapura sampai ke Malaysia bertemu dengan saudara-saudara kita yang diiktiraf dan ada yang masih tinggal di hutan. Perjuangan kita teruskan dalam keadaan begitu, pertemuan secara gelap, waktu malam-malam yang sunyi di rumah-rumah yang terpencil, selalu diawasi oleh pihak polisi Malaysia dan banyak orang-orang kita yang kena tangkap.

Kami tidak ada lain yang dapat kami mengadu hanya kepada Tuan Guru Haji Abdul Hadi dan PAS. Mereka memberikan bantuan moral dan juga berusaha mengadakan perbincangan dengan pemerintah Malaysia supaya masyarakat Aceh diberikan autonomi. Tuan Guru Abdul Hadi banyak membantu kami untuk mendirikan kembali apa yang telah runtuh di Aceh. Inilah PAS yang banyak membantu kami.

Sesudah gagalnya perundingan di Geneva kemudian di Tokyo, di waktu itu saya berada di London dan saya ingat pada waktu itu yang datang mengunjungi kita adalah Tuan Guru. Beliau juga datang bertemu dengan kami bersama Almarhum Hassan Tiro di UK, menanyakan bagaimana keadaan masyarakat dan perjuangan Aceh, yang berada di dalam negeri sendiri dan juga yang di luar negeri.

Jadi itu yang saya selalu ingat budi baik daripada Tuan Guru yang menjenguk kami ketika di luar negeri.

Sehubungan itu, katanya peristiwa tersebut adalah sejarah yang ditulis dalam kitab masyhur Sejarah Aceh tentang hubungan Aceh dengan Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang dan PAS dalam perjuangan Aceh yang telah lalu.

Tuan Guru dalam lawatan ke Aceh itu turut mengadakan pertemuan dengan pemimpin Aceh, membentangkan kertas kerja dalam Seminar Kajian Tingkat Tinggi Dinas Syariat Islam Aceh bertajuk “Bertadarruj (Bertahap-tahap) Dalam Pelaksanaan Syariat Islam Menuju Kepada Kaffah (Menyeluruh)” dan bertemu dengan para pelajar Malaysia di sana.

Sumber: Harakah Daily

Comments

Comments

Comments

Comments



Loading...